Senin, 21 Maret 2011


Profesi Ibu Rumah Tangga? 
Kenapa Tidak?

Sering orang bertanya,"Kerja dimana bu?" aku jawab,"Saya hanya ibu rumah tangga biasa". Apa salah ya jika aku memilih profesi ini dalam hidupku?. Mungkin orang menilai jaman sekarang cuma menjadi ibu rumah tangga sudah kuno!!ketinggalan jaman!!...pekerjaan pembantu lah..Sekarang sudah jaman modern masa cuma jadi rumah tangga? ga bosen? jenuh?..Kalau aku pikir setiap orang yang bekerja bahkan kalau aku bilang setiap orang yang hidup pasti pernah merasakan apa itu bosan dan jenuh...tinggal bagaimana menyiasatinya.



Aku juga tidak pernah berpikir untuk menjadi ibu rumah tangga. Seperti perempuan yang lain aku ingin bekerja diluar rumah, berkarir, punya penghasilan bagus. Tapi kenyataan berkata lain. Setelah aku menikah aku ikut suamiku pindah ke suatu kota kecil di Banten. Saat itu aku bingung mencari pekerjaan karena memang di kota itu tidak ada perkantoran ataupun pabrik. Kebanyakan penduduknya berprofesi sebagai PNS. Terus terang aku tidak tertarik untuk mencoba profesi satu itu.

Hari-hari kujalani sebagai seorang ibu rumah tangga. Pekerjaanku sehari-hari memasak, mencuci, menyapu, mencuci piring bla..bla..bla...semua yang berkaitan dengan rumah deh...Tentu saja profesi baruku ini tidak mudah, karena dari awal aku juga memiliki profesi sebagai sekertaris di sebuah perusahaan swasta. Di sini aku juga belajar dan mulai dari nol. Belajar belanja dari belanja di pasar tradisional yang sebelumnya tidak pernah kulakoni sampai belanja ke supermarket membeli semua keperluan rumah tangga. Banyak pelajaran yang bisa kuambil, aku jadi tahu mana cabe kriting, ikan tuna, sampai kluwek (bahan untuk membuat rawon).
Alhamdulilah aku menyukai pekerjaan ini karena aku hobi sekali memasak. Aku giat bertanya, mencari resep di internet dan tentu saja mencoba masakan baru. 

Seiring berjalannya waktu aku mulai menerima pesanan kue dari teman ataupun tetangga, yah aku pikir lumayan untuk mengisi waktu meskipun hasilnya tidak seberapa. Aku juga mulai mencoba profesi baru sebagai guru privat karena ku pikir kemampuan akademikku lumayan bagus kenapa tidak?tentu saja tanpa meninggalkan kewajibanku sebagai ibu rumah tangga.
Aku tidak peduli dengan pendapat orang lain yang memandang profesi ini sebelah mata. Mungkin karena tidak menghasilkan uang ibu-ibu sekarang cenderung malu jika hanya sebagai ibu RT. Tapi justru aku berpikir lain, sebagai ibu rumah tangga aku bisa memberikan yang terbaik untuk suami dan anak-anakku. Aku yakin Tuhan akan memberi imbalan yang lebih besar lagi yaitu PAHALA.

Tidak ada komentar: